Blog

Aplikasi Mobile Android dan iOS Bermanfaat Untuk Meningkatkan Produktifitas Perusahaan Anda

Mulai Desember 2016, kami PT Yopdesign Creative Indonesia, menawarkan jasa iOS dan Android App Development. Mungkin ini memang terasa agak terlambat, mengingat sudah begitu lamanya penggunaan teknologi smartphone dengan aplikasi mobilenya, menjadi sangat mainstream, tidak hanya di kalangan anak muda, namun juga di kalangan pekerja profesional di berbagai perusahaan di dunia. Meskipun aplikasi mobile yang banyak populer di Indonesia banyak yang seputar mendukung bisnis startup, namun perlahan mulai banyak perusahaan yang mempertimbangkan untuk membangun aplikasi mobile untuk meningkatkan produktifitas perusahaannya. Aplikasi mobile semacam ini biasanya digunakan oleh internal perusahaan, yang berguna untuk saling berbagi informasi yang mendasar ataupun juga yang penting, antar sesama karyawan di dalam satu perusahaan.

Read more  

Review Brica Insta360 Nano Camera

As we already know, picture or video with 360 angle is kinda huge lately. Youtube already have this feature for quite some time. Then Facebook just added this to their feature list. This technology is not only fun, but actually offering new interesting experience, that you can record more advance memory than just 2D conventional photos. There are few list of devices on the market that offer this technology. First, i know Ricoh Theta, but unfortunately i can't find it here in my country, so i met this Brica Insta360. Please check my video review.

3 Alasan Mengapa Kantor Tidak Diperlukan


Saya memulai bisnis web design berbasis di Jakarta sejak 2009. Ketika itu saya memulai dengan skala kecil. Nilai project yang diambil pun tidak besar. Dan seperti semua pelaku bisnis startup pada umumnya, saya berusaha untuk meminimalisir resiko dan pengeluaran. Dan sudah pasti yang paling relevan adalah dengan tidak memaksakan diri untuk memiliki kantor fisik. Saya cukup puas dengan kehadiran kantor di dunia maya, yaitu sebuah website. Sejak itu pun saya terbiasa bekerja secara online atau remote bersama tim saya, terutama tim programmer dan designer. Berikut saya coba mengajak anda berpikir dari sisi yang berbeda. Saya mencoba menjabarkan, mengapa kantor tidak diperlukan.

1. Biaya

Jelas dengan keberadaan kantor, banyak biaya yang harus kita bayarkan, seperti biaya sewa, maintenance, dan sebagainya. Tidak hanya membuat pengeluaran kita bertambah, namun juga membuat nilai jual jasa kita sulit berkompetisi dengan vendor lainnya.

2. Macet

Kota Jakarta tentunya sudah terkenal dengan kemacetannya yang luar biasa. Ketika saya harus pergi meeting ke kantor client yang mungkin jauh dari kantor saya. Tentunya menjadi buang-buang waktu ketika saya harus kembali bekerja ke kantor, karena harus mengarungi lautan macet Jakarta terlebih dahulu untuk tiba di kantor saya. Hal ini jelas menjadi tidak efisien waktu.

3. Jenuh

Ketika kita bekerja, apalagi di lingkungan dan masa yang membutuhkan motivasi dan semangat kerja yang tinggi. Tentu kita berharap agar mood kerja kita bisa terus baik dan optimal. Mood yang baik sangat penting bagi para pekerja kreatif. Dan bekerja di satu kantor yang tertutup dan sepi seringkali menjadi membosankan dan membuat rasa jenuh. Hal ini menjadi berbeda ketika saya memutuskan untuk bekerja melalui cafe misalnya seperti Starbucks. Tapi jangan salah, cafe pun tidak semua suasananya mendukung kita untuk lebih produktif. Misalnya cafe yang banyak dikunjungi anak-anak yang berisik lari kesana kemari, menurut saya tidak cocok untuk menjadi tempat bekerja. Kebebasan bekerja tanpa ikatan lokasi membuat kita bisa lebih bebas memilih darimana kita bekerja hari ini agar mendapatkan suasana-suasana baru atau berbeda yang membuat kita bisa lebih produktif.

Di atas merupakan 3 alasan saya mengapa kantor tidak diperlukan. Tentunya masing-masing pilihan punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Namun seiring perkembangan jaman, menurut saya bekerja di kantor menjadi tidak relevan lagi. Karena kita ingin hidup, bekerja, dan merasakan menjadi bagian dari sebuah kota besar yang dinamis, bertumbuh, dan bergerak. Sayangnya peraturan negara ini masih mengharuskan setiap badan usaha untuk memiliki domisili. Seandainya saja suatu hari nanti, alamat website sudah bisa diterima sebagai domisili.

Apakah anda punya tambahan alasan lainnya? Atau menurut anda justru kantor sangat diperlukan?

Read more  

Mozilla All Hands London 2016 Updates


Pada tanggal 13-18 Juni 2016, saya bersama 3 rekan lainnya, mewakili Indonesia untuk hadir di acara Mozilla All Hands London 2016, tentu saja di London, Inggris. Kami diundang lewat Tim Mozilla Participation. Ini adalah kedua kalinya saya mengunjungi London, setelah sebelumnya pada bulan November 2015 saya mendapatkan undangan untuk menghadiri Mozilla Festival. Mozilla All Hands London adalah acara yang memberikan kesempatan untuk para relawan bisa bertemu dengan staff (karyawan) dari Mozilla, dan bisa bersama-sama merencanakan strategi dan langkah-langkah Mozilla, setidaknya untuk jangka waktu 6 bulan ke depan. Namun tidak hanya itu, banyak juga kelas yang memberikan pengajaran, dan juga workshop langsung bersama untuk menghasilkan suatu karya, terutama yang terkait dengan IoT. Sementara saya sendiri, lebih berfokus pada perencanaan program Mozilla Community Space, dan juga mengikuti perkembangan program Mozilla Campus Campaign. Berikut saya akan membagikan beberapa poin penting yang saya dapat dari mengikuti acara Mozilla All Hands London 2016.

^ Mitchell Baker, Mark Surman, dan Chris Beard memberikan kata-kata pembukaan Mozilla All Hands London 2016.

^ Tim Mozilla Participation yang terdiri atas sukarelawan dan staff, berfoto bersama Chris Beard, CEO Mozilla.


Mozilla Community Space

Ini adalah program yang dijalankan sejak beberapa tahun lalu, yang dicetuskan oleh William Quiviger, dan sekarang diteruskan oleh Brian King. Tujuan dari program ini adalah supaya Mozilla bisa membantu untuk memberikan wadah untuk teman-teman komunitas, terutama mereka yang punya visi dan misi yang kurang lebih sama dengan apa yang dijalankan oleh Mozilla. Seperti kita ketahui, Mozilla adalah organisasi non profit, berbasis komunitas dalam skala global, yang berusaha menjaga agar internet bisa tetap terbuka untuk semua orang, dan juga berusaha untuk terus melahirkan berbagai inovasi baru di internet. Dengan adanya program Mozilla Community Space, terutama yang baru dibuka di Jakarta pada 13 Mei 2016 lalu di Cikini, Menteng, Mozilla berharap bisa membantu rekan-rekan komunitas terutama developer untuk bisa memiliki wadah yang bisa digunakan secara gratis untuk kegiatan-kegiatan workshop, pembelajaran, presentasi, diskusi, rapat, hacking, dan sebagainya.


Dalam perjalanannya sendiri, Mozilla tidak langsung membuka Community Space begitu saja. Perlu ada pertimbangan yang matang sebelum Mozilla benar-benar memutuskan untuk membuka sebuah Community Space di regional atau kota tertentu. Semua dimulai dengan aktifitas para relawan, yang biasa kita sebut sebagai Mozillian, yang mungkin hanya beberapa atau segelintir orang, memulai aktifitas kecil misalnya pertemuan di sebuah meja dapur. Yang kemudian pertemuan bisa berkembang di sebuah kafe. Dan kemudian sering mengadakan kegiatan baik skala kecil maupun skala besar dalam lingkup komunitas Mozilla. Barulah kemudian bisa dipertimbangkan apakah kota tersebut tepat untuk dikembangkan program Mozilla Community Space. Dan itulah yang terjadi di Jakarta, dimana komunitas yang diawali dengan segilintir orang, kemudian terus berkembang lebih besar, dan diisi dengan orang-orang yang berkomitmen untuk menghadirkan Mozilla Community Space. Jakarta adalah kota keempat dimana Mozilla membuka Community Space, setelah Bangladesh (tutup), Manila, dan Taipei.


Mozilla Campus Campaign

Saya senang bahwa Mozilla mengakui pentingnya untuk berinvestasi lebih pada generasi muda, terutama mereka yang masih di bangku kuliah atau universitas. Sebetulnya Mozilla dulunya sudah menjalankan berbagai macam program untuk bisa terjun merangkul mereka yang masih di bangku pendidikan. Misalnya saja lewat program Mozilla Webmaker, Maker Party, Firefox Student Ambassador, dan sebagainya. Sayangnya banyak program tersebut kurang diintegrasikan dengan baik, sehingga menimbulkan kebingungan. Lewat Mozilla Campus Campaign, kita mencoba untuk bisa mengajak teman-teman muda untuk berpartisipasi dalam kampanye yang berbeda dengan komitmen waktu yang tidak terlalu panjang. Tema kampanye yang pertama diluncurkan Mozilla adalah "Take Back The Web", dan itu sudah selesai. Setelah selesai para partisipan akan mendapatkan sertifikat sebagai tanda partisipasi. Nantinya Mozilla akan meluncurkan berbagai kampanye lainnya yang tentunya juga berusaha mensosialisasikan berbagai isu penting terkait dengan internet, misalnya saja tentang copyright, enkripsi, dan sebagainya. Selain merangkul para pelajar, Mozilla juga berusaha merangkul para pengajar, untuk menjadi coach atau semacam mentor. Tentunya coach atau mentor adalah mereka yang juga peduli dengan misi Mozilla dalam mengedukasi para generasi muda tentang perlunya bersikap kritis dalam berbagai isu, terutama dalam menjaga agar internet bisa tetap terbuka untuk semuanya.


Indonesia Participation to Mozilla London All Hands 2016

All Hands are a unique and special opportunity for all paid staff and our most impactful volunteers to come together, in person, to share experiences and interact with people they may not normally work with (or just see over Vidyo). Given our size, work weeks are a key differentiator for us (larger organizations just can't do this sort of thing in a meaningful way). Being able to come together as a whole organization, 2x each year, exposes each of us to interactions that may spark new ideas and/or lead to new solutions. They are a core part of our annual planning process. (Source: wiki.mozilla.org)


Mozilla is one huge global community, and that's what i'll witness when going to Mozilla London All Hands 2016, of course, in London, UK, this June 2016. This will be my second time to London after my last visit in November 2015 for Mozilla Festival. As usual, Mozilla is inviting like everyone around the globe. I'm pretty lucky to get my chance this time, together with other 3 Mozilla Indonesia Community members, Rara, Ina, and Kiki. Last time i invited to such scale event is at Mozilla Summit 2013 in Brussels, Belgium. In such scale of event, we will gather together with not only volunteers, but also Mozilla Paid Staffs. In that chance, we will brainstorm ideas, and get clear guides about where Mozilla is heading the next 6 months.

This All Hands will be very important for us, the Mozilla Indonesia Community. Especially because our local community in Indonesia, just launched our Mozilla Community Space Jakarta, in May 2016, that is supported by Mozilla Participation program. The Mozilla Community Space will run for 1 year, and it will be very important to have this space to run in the same path to what Mozilla is heading. I'm excited to meet in person all the Space Frontiers (how we call the space keyholders), especially those from Manila and Taipei.

I'm pretty sad with the fact that we are not get the Firefox OS excitement anymore. But this time we are going to have new exciting things, such as Open Innovation, Marketing Strategy, Our Lovely Firefox Browser, etc.

See you all in Mozilla All Hands London 2016!

Read more  
Page 2 of 54

Hello!

Yofie Setiawan

My name is Yofie, I manage a solid team of web designers and web developers based in Jakarta, Indonesia. We are experts in building websites with Joomla CMS and are able to build websites using Responsive Web Design technology. If you are interested in hiring us for a project, Contact Us!