Blog Story Toko IKEA Pertama di Indonesia Telah Dibuka

Toko IKEA Pertama di Indonesia Telah Dibuka

Setelah melalui penantian yang sangat panjang, akhirnya pada hari Rabu, 15 Oktober 2014 kemarin, toko IKEA pertama di Indonesia telah secara resmi dibuka untuk publik. Dua hari sebelumnya, yaitu hari Senin, IKEA sempat dibuka untuk awak media yang hendak mereview dan meliput toko IKEA pertama di Indonesia ini. Seperti yang telah kita ketahui, IKEA telah mempersiapkan diri sejak 2009 untuk membuka toko pertamanya ini di Alam Sutera, Tangerang. Perusahaan yang dipercaya untuk menjalankan franchise IKEA di Indonesia adalah Hero Supermarket.

Saya agak menyayangkan karena pembukaan IKEA pertama di Indonesia ini kurang dipersiapkan dengan baik (menurut saya). Tidak ada gerakan marketing yang cukup baik dilakukan. Padahal IKEA sudah dinantikan oleh begitu banyak fans setia di Indonesia. Berita pembukaan IKEA pada hari Rabu, 15 Oktober 2014 pun kurang terdengar oleh kebanyakan publik. Saya sendiri sempat meragukan kalau IKEA benar dibuka untuk publik pada 15 Oktober 2014. Website IKEA Indonesia sendiri juga tidak memberikan informasi jelas tentang pembukaan toko IKEA. Begitu juga tidak ada informasi resmi melalui media sosial resmi Facebook IKEA Indonesia. Saya mau mengingatkan, hati-hati karena banyak akun palsu di media sosial, terutama di Instagram, yang tujuannya membohongi customer untuk memfollow akun instagram IKEA yang tidak resmi, dengan iming-iming voucher belanja di IKEA.

Sebelum pembukaan toko nya, IKEA sempat menyebarkan katalognya secara gratis ke banyak lokasi perumahan di sekitar Alam Sutera. Katalog IKEA sudah diproduksi dan disebarkan ke seluruh dunia, jauh lebih banyak dari jumlah buku Alkitab. Untuk anda yang tidak dapat katalog IKEA dikirimkan ke rumah anda, datang saja ke tokonya. IKEA menyediakan gratis katalog untuk anda bawa pulang seperti membawa brosur. Saya awal masuk IKEA pun sempat bingung, apa iya katalog setebal dan sebagus ini gratis, ternyata memang gratis dan bisa diambil sebanyak-banyaknya dan sepuas-puasnya.

Saya sudah cukup sering pergi sendiri ke lokasi proyek, melihat perkembangan dan bertanya kepada petugas sekuriti di tempat terkait informasi kapan toko IKEA pertama ini dibuka. Maka pada tanggal 15 Oktober 2014, saya berangkat sendiri ke lokasi. Untungnya karena tidak jauh dari rumah, saya berangkat dari rumah jam 9 pagi. Dan benar saja, meskipun tidak sampai menggurita, pengunjung yang datang sudah sangat banyak mengantri menunggu pintu IKEA dibuka untuk yang pertama kali nya. Terlihat beberapa awak media, dan sempat dilakukan hitungan mundur membuka toko IKEA untuk yang pertama kalinya.

Staff yang bekerja di IKEA pun banyak juga yang bukan asli Indonesia, besar kemungkinan karena penting bagi IKEA menjaga standard kualitas dari tokonya.

Karena toko IKEA yang sempat saya kunjungi adalah di Singapore, saya sempat mengunjungi IKEA di Alexandra dan Tampines di Singapore. Apabila kalian pernah ke dua tempat tersebut, kalian akan mengerti perbedaan kedua toko itu. IKEA di Alexandra agak di tengah kota, sehingga ukurannya tidak terlalu besar, sementara IKEA Tampines yang berada agak di pelosok, ukurannya luar biasa besar, terutama ukuran dari gudangnya. Nah, saya bisa mengumpamakan IKEA di Alam Sutera ini, seukuran dengan IKEA di Tampines, Singapore. IKEA terbesar di dunia ada di Stockholm, Swedia, sebesar 55.200 m2. Sementara 4 toko IKEA terbesar lainnya setelah Swedia, semuanya ada di Shanghai, China.

Meskipun bisa dibilang kebanyakan produk IKEA dibuat di China, ada juga beberapa yang dibuat di Indonesia, misalnya boneka-boneka yang ternyata kebanyakan adalah produk Indonesia. Dan IKEA memang sudah sejak lama memproduksi boneka di Indonesia, yang kemudian mereka jual ke seluruh dunia.

Setelah mengunjungi IKEA beberapa kali, saya menarik kesimpulan bahwa IKEA punya masalah serius dalam pelayanan customer di kasir. Proses scan produk di kasir sangat lambat, sehingga menyebabkan antrian yang mengular panjang. Meskipun banyak kasir yang dibuka, tetap saja antrian panjang tidak ketulungan. Tidak terbayang seperti apa IKEA saat akhir minggu nanti. Saya sempat terpikir untuk membawa kursi juga ketika ke kasir, bukan untuk dibeli, melainkan untuk dipakai duduk saja sembari menunggu giliran di kasir.

Oh ya, daya tarik IKEA juga bukan hanya pada Home Furnishing products nya, namun juga Restoran dan Kafe nya. Dan tentunya daya tarik dari Restoran dan Kafe IKEA ini adalah Swedish Meatballs dan Salmonnya. Restoran dan Kafe IKEA berada di lantai 1. Seperti IKEA di negara lainnya, di Indonesia pun IKEA mengajak customer untuk mengembalikan sendiri nampan mereka setelah selesai makan. Tentunya ini kebiasaan yang kurang populer di Indonesia. Sepengetahuan saya, Burger King di luar negeri pun punya kebiasaan meminta costumer untuk lebih mandiri membersihkan meja sendiri setelah selesai makan. Namun Burger King pun kelihatannya sudah menyerah dan mengikuti gaya orang Indonesia. Semoga IKEA bisa melatih orang Indonesia untuk lebih mandiri membersihkan sendiri meja setelah selesai makan.

Selain restoran dan kafe, setelah anda keluar dari kasir, ada area tempat penjualan snack khas IKEA, sepertinya snack asal Eropa. Dan juga penjualan makanan ringan seperti hotdog, ice cream, soft-drink free flow, coffee, dsb.

Satu lagi kebiasaan yang mungkin kurang populer di Indonesia, IKEA tidak memberikan anda kantong plastik setelah anda berbelanja. Jadi jangan samakan pelayanan IKEA dengan Carrefour atau Indomaret Alfamart. Dengan dalih bahwa IKEA mengajak orang lebih peduli pada lingkungan dengan mengurangi penggunaan kantong plastik, IKEA menjual tas khas IKEA yaitu Blue Bag, seharga Rp 9.900. Menurut keterangannya sendiri, hasil dari penjualan Blue Bag ini akan disumbangkan 100% untuk warga di Penjaringan agar mereka bisa menikmati air bersih yang selama ini mereka tidak dapatkan.

Untuk anda yang belum pernah pergi ke IKEA sebelumnya, mungkin bisa diibaratkan IKEA seperti Informa dan ACE Hardware, yang mana adalah produk dari Kawan Lama Sejahtera. Namun tentunya bagaimana mereka menata dan mengelola tokonya, memanjakan customer, bagaikan bumi dan langit. Buat saya, IKEA seperti sebuah museum besar, yang mengajak anda belajar tentang bagaimana menata rumah anda dengan lebih baik, dari kacamata orang Swedia (karena kebanyakan designer produknya berasal dari Swedia). Sementara dari sisi harga, tentunya kita bisa cek online dan lewat katalog. Tidak semua barang IKEA murah, banyak juga yang mahal.  Namun apabila anda bijaksana dan jeli, anda bisa memilih beberapa produk yang menurut saya murah meriah dan inovatif.

IKEA juga merupakan tempat yang ramah untuk anda kunjungi bersama keluarga, istri, dan anak. Meskipun harus saya akui, sebagian besar yang datang ke tempat ini adalah ibu-ibu rumah tangga. Namun menurut saya ada produk-produk tertentu yang justru tidak kalah menarik untuk bapak-bapak rumah tangga, semisalnya alat perkakas, listrik, peralatan kantor, dan sebagainya. Jadi memang sebetulnya IKEA masuk untuk segala jenis kelamin, usia, maupun kalangan.

Saya berharap semoga IKEA di Indonesia juga rajin membuat campaign yang menarik, seperti yang mereka lakukan di IKEA negara lainnya. So, tunggu apa lagi? Segera berangkat ke IKEA Alam Sutera secepatnya! :D


blog comments powered by Disqus

Hello!

Yofie Setiawan

My name is Yofie, I manage a solid team of web designers and web developers based in Jakarta, Indonesia. We are experts in building websites with Joomla CMS and are able to build websites using Responsive Web Design technology. If you are interested in hiring us for a project, Contact Us!