Blog Story Sunset For Retail Business

Sunset For Retail Business

Hari ini, 30 Juni 2017, adalah hari terakhir bagi salah satu raksasa bisnis retail 7-Eleven di Indonesia. Saya sudah sempat menyimak paparan beberapa pengamat, terutama pak Rhenald Kasali di CNN Indonesia. Saya setuju ada faktor eksternal dan internal yang mempengaruhi tutupnya bisnis 7-eleven di Indonesia. Tapi saya tidak tertarik untuk membahas tentang 7-eleven. Anda bisa menyimak saja soal paparan Rhenald Kasali terkait 7-eleven pada video di bawah ini. Saya lebih tertarik membahas tentang bagaimana kita menyikapi atau mempersiapkan diri dalam menghadapi tenggelamnya bisnis retail. Dan lagi, menurut saya bisnis 7-eleven di Indonesia, agak berbeda dengan model bisnis 7-eleven di negara lain yang sudah terbukti lebih sustainable.

[atube]HXKXSuYJoXE[/atube]

Salah satu alasan tenggelamnya bisnis retail (offline) adalah internet. Kita bisa lihat bagaimana misalnya Tokopedia dari pertama diluncurkan yang sempat dipandang sebelah mata pada tahun 2009, sekarang bisa menjadi salah satu raksasa marketplace di Indonesia. Begitu banyak transaksi jual dan beli yang terjadi di internet saat ini. Dan Indonesia menjadi salah satu negara yang menarik dalam cepatnya beradaptasi dengan culture jual beli di dunia online ini. Jauh sebelum marketplace yang begitu lengkap dengan fitur pengiriman dan pembayaran yang aman dan nyaman seperti saat ini, rakyat Indonesia penghuni internet sudah biasa bertransaksi online lewat forum konvensional macam Forum Kaskus yang sempat populer dengan FJB (Forum Jual Beli) nya. Dulu, sekitar 5-10 tahun lalu, bertransaksi di online belum seperti sekarang yang lengkap dengan fitur pembayaran dan pengiriman yang terintegrasi. Kita harus secara hati-hati melihat komentar dan ulasan dari para pembeli untuk meyakinkan diri bahwa penjual bisa dipercaya atau tidak. Lalu kalau mau lebih aman lagi, mengajak penjual dan pembeli melakukan transaksi COD alias Cash on Delivery. Begitu muncul marketplace yang memberikan rasa berbelanja yang jauh lebih aman dan nyaman, tidak butuh waktu lama bagi rakyat Indonesia untuk membuat akun dan berpindah hati bertransaksi dengan budaya berbelanja online yang baru ini. Marketshare yang besar di Indonesia ini melahirkan begitu banyak marketplace, baik yang lahir dari kelas startup macam Tokopedia dan Bukalapak, maupun yang lahir dari perusahaan besar seperti Matahari Mall, dan berbagai investor luar negeri seperti Lazada dan Zalora.

Raksasa bisnis supermarket di Indonesia, yaitu Indomaret dan Alfamart juga bersiap diri dengan budaya berbelanja online ini. Alfa melahirkan Alfacart, yang memberikan anda opsi berbelanja kebutuhan sehari-hari lewat online. Namun tidak semudah itu untuk meraih isi dompet para pengguna internet di Indonesia. Penjualan Alfacart bisa jadi tidak semenarik penjualan yang dilakukan Gojek pada produk dengan segmen yang sama, karena ternyata environment yang dibangun oleh Gojek bisa jadi lebih menarik bagi rakyat Indonesia untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari di supermarket secara online. Dan lagi bisnis macam Gojek bisa lebih sustainable karena core bisnis mereka tidak hanya berpusat pada belanja supermarket. Sehingga akan jauh lebih sulit bagi Alfacart untuk meraup marketshare yang sudah terlanjur dinikmati sebagian besar oleh bisnis pengiriman cepat macam Gojek.

Lalu bagaimana untuk anda dan saya? Apakah fenomena tenggelamnya bisnis retail akibat ecommerce ini berbahaya untuk anda dan saya? Kalau dari sisi konsumen, sudah pasti konsumen selalu dimenangkan dengan adanya teknologi baru seperti ini. Namun, apabila kita melihat dari sisi anda dan saya sebagai seorang pebisnis, tentunya kita harus cerdas dalam menyikapi fenomena ini. Karena apabila kita salah langkah, bisa jadi bisnis kita juga ikut tenggelam, tidak jauh berbeda dengan yang terjadi pada raksasa retail 7-eleven di Indonesia.

Saya melihat hal ini sederhana, semua pebisnis mencari profit atau keuntungan. Dan keuntungan bisa di dapat dari penjualan atau sales. Untuk bisa melakukan penjualan, maka anda harus mempunyai produk atau jasa. Tanyakan hal ini kepada diri anda sendiri. Apakah produk atau jasa anda bisa dipasarkan di dunia online? Apakah pemasaran produk atau jasa anda akan jauh lebih baik, atau setidaknya bertahan pada grafis yang sama, meskipun bisnis retail offline tenggelam? Kalau jawaban anda adalah YA, bahwa produk atau jasa anda bisa dipasarkan di dunia online, maka jangan tunggu lebih lama lagi. Anda harus mulai mencoba memasarkan produk atau jasa anda di dunia online mulai sekarang. Anda harus segera memulainya, karena akan butuh waktu bagi anda untuk bisa beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan dunia online. Menjual produk anda tidak sesederhana anda menjual, lalu pasti banyak yang akan beli. Di dunia online, banyak faktor yang bisa mempengaruhi sales anda. Yang paling sedehana misalnya adalah kompetisi, karena sudah pasti kompetisi akan semakin berat di dunia online, kecuali anda mempunyai produk yang unik. Kalaupun anda punya produk yang unik, bagaimana demand atau kebutuhan market akan produk anda. Kalaupun anda yakin bahwa demand akan produk anda tinggi, tanpa strategi online marketing yang baik, akan sulit untuk anda meningkatkan sales produk anda. Dan sudah pasti, setiap bisnis punya strateginya masing-masing, punya formula dan resepnya masing-masing. Naluri pebisnis anda akan menuntun anda menemukan jalan yang tepat untuk tetap survive dan bahkan lebih berjaya dengan hadirnya internet. Jadi bagaimana anda bisa mempertahankan bisnis anda adalah tergantung dari bagaimana anda bisa menjadikan internet justru sebagai kawan, bukan menjadi lawan. Bagaimana anda bisa memanfaatkan potensi dari internet dan menjadikannya sumber kekuatan baru yang menjadikan bisnis anda lebih baik lagi. Bagaimana anda tidak lagi melihat internet menjadi ancaman, malah justru sebaliknya.

Hampir semua sektor bisnis, saya yakin akan terpengaruh dengan hadirnya fenomena internet. Apabila anda merasa bahwa bisnis anda saat ini akan terancam dengan fenomena ini. Atau apabila anda takut akan kompetisi dalam bisnis di dunia online. Anda bisa mempertimbangkan untuk pivot atau beralih jenis bisnis. Beberapa jenis bisnis yang misalnya aman, terutama di Indonesia, menurut saya adalah Sektor Pariwisata. Saya sering mendengarkan kesaksian begitu banyak orang tentang kaya dan indah nya negeri Indonesia ini. Band legendaris lawas Koes Plus telah menciptakan sebuah lagu yang sangat merepresentasikan negeri Indonesia.

Bukan lautan hanya kolam susu.
Kail dan jalan cukup menghidupimu.
Tiada badai tiada topan kau temui.
Ikan dan udang menghampiri dirimu.
Orang bilang tanah kita tanah surga.
Tongkat kayu dan batu jadi tanaman.

Tidak banyak rakyat Indonesia yang melihat potensi ini. Kita terlalu sibuk memperhatikan rumput tetangga yang menurut kita lebih hijau. Kita mungkin tidak menyadari bahwa Indonesia adalah negeri yang menarik untuk dikembangkan pada sektor pariwisata. Bisnis terkait hiburan, entertainment, wisata alam, dan sebagainya, adalah bisnis "experience" atau pengalaman yang tidak akan terancam sama sekali oleh internet. Bisnis sektor pariwisata tentunya sangatlah luas. Misalnya seperti kuliner, oleh-oleh, wisata alam, dan sebagainya. Apabila melihat berbagai negara maju seperti negara-negara di Eropa misalnya, bisnis pariwisata disana agak sulit, apalagi apabila sedang musim dingin. Penjualan akan menurun pada musim dingin, karena semua orang cenderung memilih untuk tetap tinggal dalam rumahnya masing-masing yang nyaman dan hangat. Penjualan akan meningkat ketika musim panas atau summer. Di Indonesia? Hampir setiap hari adalah musim panas, sehingga bisnis sektor pariwisata di negeri ini tentunya sangat menarik. Dan bagi bisnis dalam sektor pariwisata, internet justru akan lebih membantu bisnis anda daripada menjadi sesuatu yang menakutkan yang mungkin mengancam bisnis anda.

If you can't beat it, just be friend with it!


blog comments powered by Disqus

Blog

blog image

eCommerce vs Marketplace

Sebagai salah satu pelaku industri, saya hendak melakukan riset secara langsung, bagaimana rasanya dan bagaimana perbedaan antara berjualan lewat website online store sendiri atau ecommerce, dibandingkan dengan menggunakan marketplace yang sudah begitu banyak bertebaran saat ini. Oleh karena itu sejak setahun terakhir, saya mencoba melakukan kegiatan jual beli

Read more

blog image

Sunset For Retail Business

Hari ini, 30 Juni 2017, adalah hari terakhir bagi salah satu raksasa bisnis retail 7-Eleven di Indonesia. Saya sudah sempat menyimak paparan beberapa pengamat, terutama pak Rhenald Kasali di CNN Indonesia. Saya setuju ada faktor eksternal dan internal yang mempengaruhi tutupnya bisnis 7-eleven di Indonesia. Tapi saya tidak tertarik untuk

Read more

blog image

Firefox 54 Yang Jauh Lebih Ngebut

Kehidupan manusia di jaman sekarang ini tampaknya banyak berubah dibandingkan dengan kehidupan di jaman 10-20 tahun yang lalu. Salah satu aktifitas yang rutin dilakukan sebagian besar orang setiap harinya, pastinya adalah mengakses internet. Dulu, mengakses internet hanya bisa dilakukan dengan menggunakan browser di komputer PC atau laptop.

Read more

blog image

How to Build a Successful Business

Someone just emailed me, asking about my successful freelance career. Well, i know that i'm still far from success in build my own web design company. But if talking about success with my freelance career as web designer, i think it's a target that i already achieved few

Read more

blog image

Marvel App, Aplikasi Untuk Membuat Prototype Tanpa Coding

Beberapa waktu lalu saya diperkenalkan dengan sebuah aplikasi yang ternyata sesuai dengan yang selama ini saya cari dan belum ketemu. Aplikasi yang cocok untuk kalian yang punya bakat design, namun lemah di coding, seperti saya. Marvel App bisa membantu membuat...

Read more